viral news

Tempat Berita Sedang Trending / Viral

Senin, 29 Oktober 2018

Yahoo, Pelajaran Bahwa Pentingnya Berinovasi

Yahoo, Pelajaran Bahwa Pentingnya Berinovasi
Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 17 Juli 2018 adalah hari terakhir layanan chatting legendaris yahoo Messenger beroperasi. Semenjak awal kemunculannya dua dekade silam, yahoo seakan mengalami banyak masalah selama satu dekade terakhir. Seakan hanya mampu mengandalkan layanan chatting yang telah ketinggalan zaman.

Awal 2000-an adalah punya kejayaan, saat di bilik warnet segala komunikasi, pertemanan, dan kisah cinta tak berbalas lahir. Kejayaan PC pun saat itu puncaknya, antrean warnet dan punya akun yahoo Messanger jadi bukti eksis anak muda zaman old. Suka duka warnet dan yahoo seakan lekang oleh zaman dan hanya menjadi kenangan. Kini semua ia mulai mati meninggalkan nama dan pengguna.

Ekspansi era Laptop dan notebook yang portabel mulai merajai setelahnya. Dan saat itu era warnet mulai tergusur perlahan-lahan. Arus kencang itu makin menjadi-jadi saat ponsel bisa melakukan segalanya dalam wujud smartphone. Perlahan tapi pasti yahoo seperti jalan di tempat, pesaingnnya mulai berbenah kuat dengan segala inovasi. Google semakin perkasa sebagai mesin pencari dan facebook mulai tangguh sejak mengakusisi perusahaan potensial seperti Instagram dan whatsapp.

Sedangkan yahoo seperti kehabisan ide, andalannya hanyalah yahoo Messanger dan yahoo Mail. Selebihnya tak familiar di telinga para pengguna. Namun kedua layanan itu tahun demi tahun makin kalah telak. yahoo messenger harus kalah dengan sosial media macam facebook, whatsapp, Line, dan sejumlah instan messaging lainnya.

Pada layanan email, mereka harus takluk dengan kekuatan Gmail milik Google dan Outlook milik Microsoft. Perlahan jelas waktu menunjukkan yahoo tidak pada tujuan yang jelas, para klien perlahan-lahan mulai beranjak pergi dan tak pernah kembali. Investor di lantai saham seakan menarik diri sembari mengamankan uang mereka dari lesunya saham yahoo.

Makin hari  nasib yahoo makin tak menentu. Dari awal perusahaan teknologi dengan layanan terbaik, perlahan turun kelas jadi perusahaan media iklan hingga akhirnya karam di lautan internet. Verizon datang dengan dana segar, membantu yahoo yang mulai mati suri. Bukan lagi perusahaan yang mengkilap seperti dulu, hanya sebagai divisi kecil di perusahaan mereka.

Inovasi,  sebuah bahan bakar lintas zaman

Pelajaran dari yahoo seakan mungkin mengingatkan kita bahwa inovasi sebuah ide paling berharga dibandingkan apapun. Mungkin di perangkat ponsel, Nokia mengalami hal serupa. Dari raja dan kini hanya ponsel yang mulai kehilangan nama.

Dunia digital membuat segala sesuatu begitu cepat, mengubah bahwa siapa yang miskin kreasi harus menggali kuburnya sendiri. Atau mereka yang salah mengambil keputusan, membuat nasib perusahaan berada di ujung tanduk.

Kini kita sudah memasuki era dari industri jilid 4.0, hampir segala sesuatu terhubung langsung dengan dunia digital. Perubahan itu makin membuat banyak lahirnya perusahaan startup dan bertambahnya perusahaan teknologi.

Mereka dituntut harus terus berinovasi, melihat perkembangan zaman. Bukan mengucilkan atau bahkan anti. Kejadian itu seakan bisa saja terjadi di masa depan pada perusahaan besar saat ini. Bisa saja Google, facebook, Microsoft atau bahkan Apple.

Kisah ketangguhannya di masa lalu seakan kisah cerita tidur yang menyenyakkan andai tak berinovasi. Cerita sejarah dan nama perusahaannya hanyalah cerita manis dari orang-orang terdahulu yang pernah menggunakannya. Sedangkan manusia di masa depan hanya bisa tahu sekilas keagungannya yang kini tak dianggap lagi.

Bukti manusia butuh inovasi untuk eksistensi

Bukan hanya perusahaan, manusia juga butuh inovasi dan kreasi tanpa henti. Bagaimana seorang musisi atau penulis yang harus kehilangan pamornya. Ia terlalu nyaman di zonanya, dan ia lupa berbenah saat orang lain terus belajar dan belajar. Selangkah demi selangkah ia mulai tersusul hingga akhirnya gagal sampai di garis akhir. Lawannya yang lebih terus berbenah, sedangkan ia tenggelam dalam euforia dan rasa lengah.

Hampir sama dengan seorang konten kreator yang butuh ide segar dan inovasi. Itu semua didukung dengan kemampuan seorang kreator dalam menelurkan ide. Ia harus tahu keinginan dari konsumennya dan membaca situasi pasar. Dengan begitu ia bisa menghasilkan konten yang tepat sasaran.

Bila tidak, akan ada konten kreator lainnya yang melihat ini sebagai peluang besar untuk menggerus eksistensi muka lama. Ia lama kelamaan tersalip dan bahkan ditinggalkan oleh konsumen. Kejadian yang pernah terjadi di yahoo adalah sebuah pelajaran berharga dan kita tak mau mengalami hal serupa. 

Dengan terus berinovasi, lintas waktu bukan masalah karena Anda mampu menjawab masalah sekitar menjadi berkah.

Minggu, 28 Oktober 2018

Yahoo! Luncurkan Aplikasi Berita Baru Berbasis Summly

Yahoo! Luncurkan Aplikasi Berita Baru Berbasis Summly
[caption id="attachment_239656" align="aligncenter" width="630" caption="Tampilan Aplikasi yahoo! (http://ycorpblog.com)"][/caption] Sebulan setelah mengakuisisi (dan menutup) aplikasi Summly buatan Nick D'Aloisio seharga 30 juta Dollar AS, yahoo! bekerja cepat membuat aplikasi baru dengan membenamkan kecanggihan Summly. Aplikasi berita dan informasi untuk iPhone tersebut dinamakan: yahoo! Aplikasi yahoo! dibangun dengan menggunakan algoritma bahasa-alamiah Summly yang terus mempelajari aliran konten sehingga mampu menyajikan ringkasan berita secara cepat. Melalui blog resminya, CEO yahoo! Marissa Mayer, Senin (22/4), memperkenalkan produk barunya ini sebagai  "aplikasi berteknologi canggih dan memiliki desain yang cantik."  Aplikasi tersebut juga menghadirkan pengalaman yang lebih baik dalam pencarian foto dan video. Keunggulan algoritma Summly, atau teknologi yang kini dibenamkan di aplikasi yahoo!, adalah kemampuannya mendeteksi konten atau berita yang diinginkan pengguna. "Pada setiap artikel, Anda bisa dengan mudah memilih topik yang ingin dilihat atau yang tidak ingin dilihat," jelas Mayer. Saat pengguna masuk dengan menggunakan akun yahoo!, pilihan-pilihan tadi akan disimpan di alam aplikasi. "Semakin sering Anda menggunakan (aplikasi) yahoo!", lanjut Mayer, "Semakin relevan dan menarik pengalaman yang Anda rasakan-lewat mobile ataupun desktop." Namun, saat ini aplikasi tersebut baru bisa digunakan oleh pengguna iPhone di Amerika Serikat. yahoo! masih meminta banyak masukan dari penggunanya. Saat mencoba aplikasi tersebut, website berita The Inquisitr mengungkapkan, yahoo! adalah aplikasi yang cantik, tapi dari sisi pengalaman merupakan yang terburuk. Hal ini terkait proses masuk ke akun dan verifikasi data yang tidak lancar dan memerlukan kode captcha yang sangat panjang. Aplikasi baru ini juga nampaknya masih memiliki banyak kekurangan di bagian personalisasi konten. Beberapa hari lalu, yahoo! juga meluncurkan aplikasi cuaca buatannya sendiri yang dihiasi dengan foto-foto cantik dari Flickr. Aplikasi email untuk iPad juga diluncurkan pada hari yang sama, Kamis (18/4) waktu setempat. Saat mencobanya, saya menemukan aplikasi cuaca yang memukau, karena foto yang ditampilkan merepresentasikan prakiraan cuaca yang diberikan.

Yahoo! Gagal Tentukan Fokus Bisnis

Yahoo! Gagal Tentukan Fokus Bisnis
WASHINGTON, KOMPAS.com - Carol Bartz, yang bergabung dengan yahoo! Inc sejak 13 Januari 2009, sebetulnya dikontrak menjadi CEO selama empat tahun. Namun, baru 30 bulan atau dua setengah tahun menjabat, ia sudah diberhentikan. Para analis menyatakan Bartz menghadapi tekanan sejak pertama menduduki jabatannya untuk menentukan masa depan yahoo! Namun, ia dinilai gagal.

"yahoo! masih belum bisa menentukan akan bergerak ke arah mana, apakah menjadi perusahaan media, atau menjadi perusahaan teknologi. Bartz menjadi sosok yang disalahkan atas kinerjanya," ujar Jordan Rohan, salah seorang analis seperti dikutip The New York Times.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) ini dikatakan para analis menghadapi masa-masa sulit yahoo! Inc sepanjang karirnya di perusahaan tersebut. Kebijakan-kebijakannya dianggap tidak memberikan jalan keluar.

Setelah empat tahun mengakuisisi Delicious, yahoo! menghentikan layanan MyWeb pada 13 Februari 2009. Dua bulan kemudian, yahoo! menutup Geocities, yang telah dibeli sebesar USD 2,9 Miliar pada 1999. Lalu April 2009, yahoo! mengumumkan penurunan laba sebesar 78 persen dan memecat karyawannya sebanyak 5 persen. Pada 29 Mei 2009, yahoo! menutup situs sosial yahoo 360. Desember 2010, yahoo! kembali memecat 600 orang karyawannya.

Awal tahun 2011, Bartz mengakui kerjasama dengan Microsoft tidak membuat yahoo! memperoleh pendapatan yang diharapkan. Kemudian pada bulan Mei, investor yahoo! terkejut karena Alibaba mengubah layanan online payment-nya, yang berakibat pada pengurangan nilai investasi yahoo! pada perusahaan China tersebut.

"Dia tidak melakukan apapun dalam mengubah keuntungan perusahaan," tambah Larry Magid, seorang analis teknologi dari perusahaan CNET. Namun, meskipun pemecatan Bartz disambut baik oleh investor, sejumlah analis menyayangkan yahoo! melakukan pemecatan tanpa mempersiapkan CEO permanen terlebih dahulu.

Dewan Direksi yahoo! Inc malah menunjuk Timothy Morse yang selama ini menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) yahoo! Inc untuk menggantikan Bartz sebagai CEO Interim, sampai yahoo! mendapatkan CEO permanen yang baru. Perusahaan ini mengumumkan rilis reorganisasi kepemimpinan perusahaan, pada 6 September 2011 waktu setempat melalui web resmi mereka.

Menyusul pemberhentian Bartz, Dewan Direksi yahoo! Inc akan membentuk Dewan Pimpinan Eksekutif yang bertugas mendukung Morse dalam mengelola operasional perusahaan sehari-hari. Dewan Pimpinan Eksekutif akan melakukan tinjaun strategis yang komprehensif untuk mendukung pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Yahoo! gagal akuisisi Dailymotion

Yahoo! gagal akuisisi Dailymotion
Keinginan yahoo! untuk mengakuisisi 75 persen saham Dailymotion pupus sudah. Hal ini dipastikan batal setelah pemerintah Perancis turun tangan.

BERITA TERKAIT
DJP: Di dunia, baru Inggris yang berhasil pajaki Google
facebook dkk tak bayar pajak, Mendag Lembong tuntut keadilan
Kata BKPM soal yahoo, Google, Twitter dan facebook tak bayar pajak

Seperti yang dilansir oleh Reuters (1/5), kabar ini diketahui setelah Perancis menyatakan kekhawatirannya jika negara tersebut akan kehilangan salah satu bisnis internet terbesarnya. Oleh karenanya, pembelian saham sebesar 75 persen ini pun dibatalkan.

Meski begitu, pemerintah Perancis tidak menghalangi niat yahoo! untuk menanamkan modalnya di Dailymotion. Bersama dengan France Telecom, yahoo! diperbolehkan menguasai saham situs mirip youtube tersebut hingga 50 persennya.

kabar seputar gagalnya akuisisi ini sendiri baru diketahui sejak minggu lalu oleh media Perancis. Padahal, sudah sejak lama pihak France Telecom selaku pemilik Dailymotion dan yahoo! mengadakan pembicaraan serius.

Sebelumnya, jika berhasil, kabarnya yahoo! sudah menyiapkan dana hingga USD 300 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun untuk membeli 75 persen saham situs video streaming ini.

Jika pembelian ini berhasil, sebenarnya bisa saja yahoo! akan kembali memanaskan persaingannya dengan Google. Selain itu, Marissa Mayer, CEO yahoo!, sendiri juga gemar belanja startup semenjak menjadi petinggi musuh bebuyutan Google ini.

Hingga saat ini, baik yahoo! maupun Dailymotion masih enggan untuk berkomentar. [nvl]